Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Solok Gelar SEPAKAT, Bahas Penguatan Peran Kesekretariatan dalam Pengawasan Pemilu 2029

Bawaslu Kota Solok menjadi Penyelengara (SEPAKAT), Mengangkat tema “Peranan Support Systems SDM Kesekretariatan dalam Pengawasan Pemilu 2029”, Senin (12/10/2026)

Bawaslu Kota Solok menjadi Penyelengara (SEPAKAT), Mengangkat tema “Peranan Support Systems SDM Kesekretariatan dalam Pengawasan Pemilu 2029”, Senin (12/10/2026).

SOLOK– Bawaslu Kota Solok menjadi penyelenggara kegiatan Senin Pengawas Berkomitmen dan Bermartabat (SEPAKAT), Senin (12/10/2026). Mengangkat tema “Peranan Support Systems SDM Kesekretariatan dalam Pengawasan Pemilu 2029”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat sinergi antara pimpinan dan jajaran sekretariat dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Ketua Bawaslu Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tugas Konsolidasi Demokrasi dalam Memperkuat Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Luar Tahapan dan Mempersiapkan Pengawasan Pemilu Tahun 2029, dengan mengacu pada Rencana Strategis Bawaslu Tahun 2025–2029.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Alni, menekankan pentingnya dukungan sumber daya manusia (SDM) kesekretariatan sebagai salah satu faktor penunjang keberhasilan pelaksanaan tugas pengawasan.

Menurutnya, unsur pimpinan dan sekretariat merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam menjalankan roda kelembagaan. Ia mengajak seluruh jajaran Bawaslu untuk berbagi pengalaman dan pemahaman mengenai peran strategis sekretariat, sehingga dukungan terhadap pelaksanaan program dan kegiatan lembaga dapat berjalan optimal.

Pada sesi pemaparan materi, Ketua Bawaslu Kota Solok, Rafiqul Amin, hadir sebagai narasumber. Ia membahas pentingnya membangun kemitraan dan sinergi yang baik antara komisioner dan sekretariat agar pelaksanaan kebijakan, dukungan administrasi, serta operasional pengawasan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan organisasi. 

Dukungan tersebut mencakup administrasi, pengelolaan anggaran, operasional pengawasan, pengelolaan data, penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa, hingga penguatan hubungan antarlembaga. Seluruh aspek tersebut membutuhkan SDM kesekretariatan yang profesional serta koordinasi yang baik dengan unsur pimpinan.

Menurutnya, hubungan kerja yang harmonis antara pimpinan dan sekretariat menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi Bawaslu. Dengan koordinasi yang baik, setiap program kelembagaan diharapkan dapat terlaksana secara terarah dan akuntabel.

Diskusi semakin berkembang dengan kehadiran Anggota Bawaslu Kota Solok, Eka Rianto dan Ilham Eka Putra, sebagai pemantik diskusi. Eka Rianto menyoroti pengalaman dan kapasitas SDM kesekretariatan yang telah mendukung perjalanan kelembagaan Bawaslu sejak masih berbentuk Panwaslu. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai peran sekretariat dalam mendukung tugas pengawasan. 

Sementara itu, Ilham Eka Putra menyampaikan bahwa Bawaslu Kota Solok saat ini tengah menjalani proses UKM dan telah menjadi satuan kerja (satker). Kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika kelembagaan yang membutuhkan penguatan sistem pendukung, khususnya dalam aspek tata kelola dan dukungan kesekretariatan, agar pelaksanaan tugas organisasi semakin optimal.

Kegiatan SEPAKAT dipandu oleh Nurmishbah, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Solok, selaku moderator. Diskusi berlangsung interaktif melalui berbagai tanggapan, masukan, dan pertanyaan dari peserta yang mengangkat dinamika hubungan kerja antara unsur pimpinan dan sekretariat. 

Sejumlah pandangan yang muncul menunjukkan perlunya penyelarasan pemahaman, evaluasi bersama, serta komunikasi yang terbuka untuk mengatasi perbedaan persepsi dalam pelaksanaan tugas. Forum ini juga menjadi kesempatan bagi jajaran Bawaslu untuk berbagi pengalaman mengenai tantangan dan kebutuhan dukungan kesekretariatan di masing-masing kabupaten dan kota. 

Melalui SEPAKAT, Bawaslu Kota Solok berharap forum diskusi ini tidak hanya menjadi wadah pertukaran gagasan, tetapi juga mendorong perbaikan berkelanjutan dalam tata kelola SDM kesekretariatan. Evaluasi bersama dan penguatan koordinasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas dukungan terhadap pelaksanaan pengawasan, baik pada masa tahapan maupun di luar tahapan pemilu.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, penguatan peran kesekretariatan diharapkan menjadi fondasi penting bagi Bawaslu dalam mempersiapkan pengawasan Pemilu 2029 yang profesional, efektif, dan berintegritas.

Humas Bawaslu Kota Solol