Bawaslu Kota Solok Perkuat Pengawasan Partisipatif, Gandeng Organisasi Mahasiswa dan Kepemudaan
|
Kota Solok, solokkota.bawaslu.go.id — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Solok menggelar Konsolidasi Demokrasi sebagai upaya memperkuat sinergitas kelembagaan dan membangun kolaborasi strategis dalam pengawasan partisipatif. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Bawaslu Kota Solok pada Rabu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong keterlibatan aktif organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan dalam mengawal proses demokrasi yang jujur dan berintegritas. Sejumlah organisasi yang hadir di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Aliansi Mahasiswa Solok, serta Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Solok.
Ketua Bawaslu Kota Solok, Rafiqul Amin, mengapresiasi kehadiran organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan langkah awal untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun kemitraan strategis.
“Terima kasih kepada seluruh organisasi kepemudaan yang telah hadir. Kami berharap OKP dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam proses pengawasan pemilu kedepanya” ujarnya.
Komisioner Bawaslu Kota Solok, Eka Rianto, dalam paparannya menjelaskan berbagai aspek penanganan pelanggaran pemilu yang selama ini ditangani. Ia menyoroti isu-isu krusial, seperti praktik politik uang dan netralitas aparatur sipil negara (ASN) di Kota Solok.
“Hal-hal tersebut menjadi bahan diskusi bersama terhadap isu yang muncul dalam pelaksanaan Pemilu maupun Pemilihan, termasuk pandangan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan terhadap proses demokrasi di Kota Solok,” katanya.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kota Solok, Ilham Eka Putra, menekankan pentingnya peran aktif mahasiswa dan pemuda dalam mengawal jalannya pemilu. Menurutnya, keterbatasan sumber daya manusia di Bawaslu menjadi alasan penting untuk melibatkan partisipasi publik secara luas.
“Kami membutuhkan mitra strategis dari kalangan pemuda dan mahasiswa agar pengawasan pemilu dapat berjalan optimal. Partisipasi aktif pemuda dan mahasiswa sangat menentukan keberhasilan demokrasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Bawaslu juga terbuka terhadap berbagai masukan dari kalangan mahasiswa dan pemuda dalam menyongsong pemilu mendatang, khususnya dalam upaya pencegahan guna menekan angka pelanggaran.
Selain itu, Bawaslu membuka akses bagi mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir untuk melakukan penelitian di bidang kepemiluan dengan dukungan data yang dibutuhkan.
Dalam sesi diskusi, perwakilan organisasi kepemudaan turut menyampaikan pandangan terkait mekanisme pengawasan pemilu di Kota Solok, termasuk tata cara pelaporan pelanggaran serta pemanfaatan aplikasi pengawasan yang dimiliki Bawaslu. Mereka juga menyoroti peluang bagi kalangan pemuda untuk terlibat sebagai penyelenggara pemilu di masa mendatang.
Selain membahas penguatan pengawasan partisipatif, kegiatan ini juga menjadi langkah awal menuju penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Bawaslu Kota Solok dengan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas jaringan kolaborasi serta memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan pemilu.
Bawaslu Kota Solok menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan kunci dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, hingga kalangan akademisi, pengawasan pemilu diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Solok berharap terbangun komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai demokrasi serta mewujudkan pemilu yang berintegritas di masa mendatang.
Penulis : Ardi Saputra
Editor : Meisarah Marsa