Bawaslu Goes to School, Bawaslu Kota Solok Kenalkan Demokrasi dan Pengawasan Pemilu kepada Siswa SMPN 5 Kota Solok.
|
SOLOK — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Solok melalui program Bawaslu Goes to School terus mendorong pendidikan politik dan pengenalan demokrasi sejak usia sekolah. Hal tersebut diwujudkan melalui sosialisasi kepemiluan di SMPN 5 Kota Solok, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Bawaslu Kota Solok Ilham Eka Putra, S.E., M.M. selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, bersama jajaran. Dalam kegiatan itu, Bawaslu berkolaborasi dengan Komisioner KPU Kota Solok, Yance Gafar, untuk memberikan pemahaman mengenai demokrasi dan proses pemilihan kepada para siswa.
Menariknya, sosialisasi kepemiluan dikemas dengan memanfaatkan momentum pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 5 Kota Solok. Para siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga diajak melihat secara langsung bagaimana proses demokrasi dan pemilihan dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Ilham Eka Putra menyampaikan bahwa pengenalan demokrasi sejak tingkat sekolah penting dilakukan agar generasi muda memiliki pemahaman awal mengenai proses pemilu, hak memilih, serta pentingnya berpartisipasi secara bertanggung jawab.
“Sejak tingkat SMP, anak-anak perlu mulai mengenal apa itu pemilu dan demokrasi. Pemilihan OSIS menjadi ruang yang tepat untuk memberikan pengalaman langsung bagaimana proses berdemokrasi dilaksanakan,” ujar Ilham.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan peran Bawaslu dalam penyelenggaraan Pemilu. Ilham menjelaskan bahwa Bawaslu memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap tahapan Pemilu serta mendorong pencegahan terhadap potensi pelanggaran.
Menurutnya, pendidikan politik di sekolah bukan semata-mata memperkenalkan teknis pemilu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai demokrasi seperti kejujuran, tanggung jawab, keterbukaan, menghormati pilihan orang lain, serta menerima hasil pemilihan secara dewasa.
Sementara itu, dari sisi teknis pemilihan, KPU Kota Solok turut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai proses pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Konsep tersebut kemudian dikaitkan dengan pelaksanaan pemilihan OSIS sehingga siswa dapat memahami tahapan pemilihan melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka di sekolah.
Pemilihan OSIS menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang konkret bagi siswa. Mereka dapat memahami bahwa proses pemilihan membutuhkan tahapan, aturan, peserta pemilih, kandidat, serta proses pemberian suara yang harus dilakukan secara tertib dan jujur.
Melalui pendekatan tersebut, Bawaslu dan KPU Kota Solok ingin menjadikan sekolah sebagai ruang pembelajaran demokrasi yang menyenangkan sekaligus edukatif.
Kepala SMPN 5 Kota Solok menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara Pemilu, khususnya Bawaslu dan KPU Kota Solok, yang telah hadir memberikan pemahaman kepemiluan kepada siswa.
Pihak sekolah menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi peserta didik, terutama dalam memahami praktik demokrasi yang dapat diterapkan tidak hanya dalam Pemilu, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Bawaslu Kota Solok berharap kegiatan Bawaslu Goes to School dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pendidikan pengawasan partisipatif. Dengan pengenalan sejak dini, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memahami proses demokrasi, menghargai perbedaan pilihan, serta memiliki kesadaran untuk turut mengawal penyelenggaraan Pemilu secara partisipatif.
Penulis : Ardi Saputra
Foto : Dicki
Editor : Ilham Eka Putra/ Meisa