Bawaslu Kota Solok Hadiri “SEPAKAT”, Bahas Peran Strategis Perempuan dalam Pengawasan Pemilu
|
solokkota.bawaslu.go.id - Solok, 20 April 2026— Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Solok menghadiri kegiatan “SEPAKAT” (Senin Pengawas Berkomitmen dan Bermartabat) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Barat pada Senin (20/4). Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Strategis Perempuan dalam Pengawasan Pemilu”.
Program “SEPAKAT” merupakan agenda rutin yang digelar setiap hari Senin sebagai wadah penguatan kapasitas serta komitmen jajaran pengawas pemilu di daerah. Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Solok hadir lengkap, mulai dari ketua, anggota, hingga jajaran sekretariat.
Sejumlah narasumber kompeten turut hadir dalam kegiatan ini. Di antaranya anggota Bawaslu RI, Loly Suhenty, yang bertindak sebagai keynote speaker. Selain itu, hadir pula Haritje Latuihamallo, Widyawati, serta Ade Jumiarti Marla sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Loly Suhenty menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan “SEPAKAT” yang dinilai mampu memperkuat kolaborasi serta menjaga semangat pengawasan, khususnya pada masa non-tahapan pemilu. Ia menegaskan bahwa peran perempuan dalam pengawasan pemilu tidak hanya sebatas pada keterwakilan angka, tetapi juga pada kualitas, kapasitas, serta jangkauan pengabdian yang setara dengan laki-laki.
Loly juga mendorong adanya inisiatif penyusunan buku “Srikandi Pengawasan” yang memuat kiprah perempuan pengawas pemilu di kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Secara resmi, ia membuka kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui diskusi berkelanjutan terkait kepemiluan dan demokrasi.
Sementara itu, Ade Jumiarti Marla menyoroti pentingnya kebijakan afirmatif bagi perempuan, termasuk dalam keterwakilan minimal 30 persen di lembaga pengawas pemilu. Namun, ia mengungkapkan masih adanya sejumlah kendala, seperti rendahnya minat perempuan menjadi penyelenggara pemilu serta beban ganda sebagai ibu rumah tangga. Ia berharap afirmasi keterwakilan perempuan tidak hanya diperhatikan saat pendaftaran, tetapi juga dalam tahap penetapan.
Dari perspektif wilayah, Haritje Latuihamallo membagikan pengalaman di Papua yang memiliki tantangan kompleks, baik secara geografis maupun sosial. Ia mengungkapkan bahwa konflik sosial yang tinggi saat pemilu menjadi tekanan tersendiri, termasuk pengalaman pribadi menghadapi laporan dan tekanan emosional. Meski demikian, ia menekankan bahwa kunci dalam menjalankan tugas adalah berpegang pada regulasi serta menjaga kekompakan internal lembaga.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap dapat meningkatkan pemahaman sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pengawasan pemilu yang berintegritas, profesional, dan bermartabat. Perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya dalam memastikan proses pemilu berjalan secara jujur dan adil.
Partisipasi Bawaslu Kota Solok dalam kegiatan ini menjadi wujud komitmen dalam mendukung pengawasan pemilu yang inklusif serta berkeadilan gender di Sumatera Barat.
Penulis dan Foto: JArdi Saputra
Editor: Meisah Masarah