Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Solok Ikuti Penutupan Orientasi PPPK Tahun 2026

Bawaslu Kota Solok mengikuti kegiatan Penutupan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 di lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Barat secara daring, Senin (10/8/2026).

Bawaslu Kota Solok mengikuti kegiatan Penutupan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 di lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Barat secara daring, Senin (10/8/2026).

Solok, solokkota.bawaslu.go.id – Bawaslu Kota Solok mengikuti kegiatan Penutupan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 di lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Barat secara daring, Senin (10/8/2026).

Kegiatan penutupan yang dilaksanakan secara luring di Ruang Sidang Bawaslu Provinsi Sumatera Barat tersebut menjadi rangkaian akhir Orientasi PPPK dengan Kurikulum Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah Tahun 2026. Bawaslu Kota Solok mengikuti kegiatan tersebut bersama Ketua Bawaslu Kota Solok, Anggota Bawaslu Kota Solok, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Solok, serta delapan staf PPPK yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian orientasi.

Orientasi PPPK menjadi bagian penting dalam membekali pegawai dengan pemahaman mengenai nilai, etika, serta budaya kerja pada instansi pemerintah. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat kesiapan sumber daya manusia dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi Bawaslu.

Dalam sambutannya, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Rinaldi, A.P., M.Si., menyampaikan bahwa Orientasi PPPK Tahun 2026 telah dilaksanakan sejak 29 Juni hingga 9 Agustus 2026.

Orientasi tersebut diikuti oleh 176 peserta dari jajaran Bawaslu se-Sumatera Barat yang pelaksanaannya dibagi ke dalam lima kelas atau gelombang. Rinaldi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian orientasi dengan baik serta kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan orientasi tidak terlepas dari dukungan Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, serta Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Khadafi, S.Kom., menyampaikan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Bawaslu.

Dengan semakin lengkapnya komposisi SDM di lingkungan Bawaslu Provinsi Sumatera Barat dan 19 Bawaslu Kabupaten/Kota, lembaga diharapkan semakin siap menjalankan fungsi pengawasan, pencegahan, dan penindakan dalam menghadapi Pemilu Tahun 2029.

"Dengan kesiapan SDM yang semakin baik, kita berharap tugas dan fungsi lembaga dapat berjalan secara maksimal. Ini merupakan bagian dari persiapan kita untuk menghadapi Pemilu 2029," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Vifner, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keberadaan PPPK menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas teknis dan administratif lembaga.

Ia berharap para PPPK yang telah mengikuti orientasi mampu mengimplementasikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk mendukung pencapaian kinerja Bawaslu.

"Teman-teman PPPK diharapkan siap mendukung secara teknis tugas-tugas yang ada di Bawaslu. Dengan bekal orientasi yang telah ditempuh, tanggung jawab dan kompetensi dalam melaksanakan tugas ke depan dapat semakin baik," ungkapnya.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat (SDMO) Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Febrian Bartez, S.I.P., turut memberikan apresiasi kepada panitia dan fasilitator yang telah mengelola rangkaian Orientasi PPPK Tahun 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi Bawaslu dengan bertambahnya keluarga besar Bawaslu Provinsi Sumatera Barat dan 19 Bawaslu Kabupaten/Kota.

Ia menekankan bahwa berakhirnya orientasi secara formal bukan berarti proses pembelajaran berhenti. Para PPPK diharapkan terus meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan kompetensi melalui berbagai kesempatan pembelajaran di lingkungan kerja.

"Orientasi memang telah selesai secara formal, tetapi ruang untuk terus menambah ilmu dan wawasan masih terbuka luas. Saya berharap teman-teman PPPK dapat terus meningkatkan kompetensi dan mampu memberikan kontribusi dalam mewujudkan tujuan strategis lembaga," tuturnya.

Bartez juga berpesan kepada seluruh PPPK untuk senantiasa menjaga kekompakan dan solidaritas, serta memberikan dukungan terhadap kinerja pimpinan dan komisioner dalam menjalankan tugas kelembagaan.

Deputi Administrasi Bawaslu RI, Dr. Labayoni, S.I.P., M.Si., menyampaikan bahwa keikutsertaan jajaran PPPK dalam orientasi merupakan momentum penting untuk memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai organisasi, profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

"Orientasi ini tidak hanya menjadi tahapan pengenalan terhadap lingkungan kerja, tetapi juga menjadi bekal bagi PPPK untuk memahami nilai, etika, serta tanggung jawab sebagai bagian dari SDM Bawaslu dalam mendukung tugas Bawaslu RI sampai ke tingkat Kabupaten/Kota. PPPK menjadi bagian dari mesin penggerak lembaga dengan kekuatan SDM yang luar biasa," ujarnya.

Menurut Labayoni, sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, adaptif, dan memiliki pemahaman yang baik terhadap tata kelola pemerintahan akan mendukung terwujudnya pelayanan kesekretariatan yang semakin efektif dan berkualitas.

Ia menegaskan bahwa meskipun rangkaian orientasi telah ditutup, proses peningkatan kapasitas dan kompetensi tidak boleh berhenti.

"Yang kita tutup adalah orientasinya, tetapi proses untuk menimba ilmu tidak pernah ditutup. Terus tingkatkan pengetahuan dan kemampuan agar dapat membawa ekspektasi yang baik bagi lembaga ke depan," katanya.

Labayoni juga berpesan kepada seluruh PPPK untuk senantiasa menjaga integritas dan nama baik Bawaslu serta menjadikan orientasi sebagai titik awal untuk memberikan kinerja terbaik dalam menghadapi Pemilu 2029.

"Jadikan orientasi ini sebagai titik awal untuk bekerja lebih baik dalam menghadapi Pemilu 2029," pungkasnya.

Penutupan Orientasi PPPK Tahun 2026 menjadi momentum bagi delapan staf PPPK Bawaslu Kota Solok untuk mengimplementasikan pengetahuan, pengalaman, serta nilai-nilai yang telah diperoleh selama mengikuti rangkaian orientasi.

Dengan berakhirnya orientasi, para PPPK diharapkan semakin siap menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan.

Kehadiran SDM PPPK yang kompeten diharapkan mampu memperkuat tata kelola kesekretariatan sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Bawaslu Kota Solok. Dengan demikian, pelaksanaan pengawasan Pemilu dapat terus diperkuat secara efektif, profesional, berkualitas, dan bermartabat menuju Pemilu Tahun 2029.

Penulis : Ardi S & Meisarah M

Editor : Ilham Eka P

Tag
PPPK