Bawaslu Kota Solok Perkuat Sinergi Publikasi Lewat Kolaborasi Konten Media Sosial Bersama Bawaslu RI
|
solokkota.bawaslu.go.id/ KOTA SOLOK – Dalam upaya memperluas jangkauan informasi kepemiluan, Bawaslu Kota Solok mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) penguatan kolaborasi konten media sosial bersama Bawaslu RI secara daring pada Jumat (13/03).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran staf Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (Humas) Bawaslu Kota Solok. Fokus utama pertemuan ini adalah membangun sinergi produksi dan publikasi konten agar informasi pengawasan pemilu dapat diterima masyarakat secara lebih luas dan menarik.
Rapat ini menjadi momentum bagi Bawaslu daerah untuk menunjukkan kreativitas mereka. Saat ini, Bawaslu di tingkat kabupaten/kota dinilai telah menghasilkan banyak konten digital yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat lokal.
Staf Humas Bawaslu RI, Haryo, menjelaskan bahwa Bawaslu pusat membuka pintu bagi daerah untuk "naik kelas". Setiap konten produksi daerah dapat diajukan untuk dipublikasikan di platform nasional Bawaslu RI.
"Setiap konten yang diajukan akan melalui proses kurasi ketat oleh tim Bawaslu RI. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas visual, akurasi informasi, serta kesesuaian pesan sebelum disebarluaskan," ujar Haryo dalam paparannya.
Selain membahas teknis kolaborasi harian, rapat ini juga merancang agenda khusus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bawaslu. Bawaslu daerah didorong untuk memproduksi konten yang melibatkan masyarakat secara langsung dengan menonjolkan: Keberagaman Budaya: Keunikan tradisi di masing-masing daerah. Variasi Profesi: Melibatkan berbagai lapisan elemen masyarakat. Aktivitas Lokal: Menggambarkan kedekatan Bawaslu dengan warga.
Strategi ini bertujuan agar peringatan HUT Bawaslu tidak sekadar menjadi seremonial internal, melainkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya pengawasan pemilu.
Melalui kolaborasi ini, Bawaslu RI berharap kreativitas dari tingkat daerah dapat dikenal di level nasional. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan komunikasi kelembagaan yang lebih inklusif, inovatif, dan mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat Indonesia di era digital.
Penulis: Ardi Saputra
Editor dan Foto: Meisarah Marsah