Lompat ke isi utama

Berita

Berbekal Pengalaman Jurnalis, Eka Rianto Suntik Energi Baru ke Tim Humas Bawaslu

Pimpinan Bawaslu Kota Solok, saat memberikan Pembekalan Teknik Penulisan Berita mendalam kepada Staf Sekretariat (25/5/2026)

Pimpinan Bawaslu Kota Solok, saat memberikan Pembekalan Teknik Penulisan Berita mendalam kepada Staf Sekretariat (25/5/2026)

SOLOK – Selama ini, publikasi lembaga kepemiluan di Sumatra Barat umumnya masih terjebak dalam pola straight news atau berita langsung yang sekadar melaporkan peristiwa. Menyadari hal tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Solok langsung mengambil langkah berani untuk naik kelas dengan memperkuat kualitas jurnalisme internalnya pada Senin (25/5/2026).

Melalui sebuah forum penguatan internal, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Solok, Eka Rianto, turun tangan langsung memberikan pembekalan teknik penulisan berita kepada jajaran sekretariat dan staf kehumasan.

Berbekal pengalaman panjang di dunia jurnalistik sebelum menjadi pimpinan komisioner, Eka membedah tuntas formula penyajian informasi kelembagaan agar tampil lebih bertenaga dan memikat mata pembaca.

Dalam arahannya, Eka Rianto menggarisbawahi satu titik lemah yang kerap ditemui dalam rilis berita lembaga: teras berita (lead) atau intro yang cenderung monoton. Menurutnya, humas Bawaslu harus mulai berani meracik intro yang menarik dan menggelitik rasa ingin tahu publik sejak kalimat pertama.

“Bawaslu harus memulai berita dari sisi intro atau lead. Di sinilah letak penentu yang menjadikan sebuah berita menarik dan menggelitik untuk dibaca. Walaupun pada dasarnya, rumus 5W + 1H harus tetap kukuh di dalam konsep penulisan,” jelas Eka Rianto.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya migrasi gaya penulisan dari yang sekadar melaporkan permukaan menjadi laporan yang mendalam (in-depth reporting). Melalui pendekatan ini, berita tidak lagi sekadar menjadi pengumuman kegiatan, melainkan mampu menyampaikan informasi secara detail sekaligus mengedukasi masyarakat.

Bagi Bawaslu Kota Solok, menulis berita bukan lagi sekadar menggugurkan kewajiban dokumentasi. Nilai tertinggi dari sebuah produk jurnalistik kehumasan adalah ketika tulisan tersebut mampu memberikan dampak positif, menyebarkan pengetahuan, serta menjadi contoh baik bagi khalayak publik.

Eka juga memaparkan aspek teknis dasar yang wajib dikuasai staf kehumasan, mulai dari memilih judul yang kuat, menyusun struktur lead, hingga seni memilih kata (diksi) yang efektif, mudah dipahami, tetapi tetap memikat masyarakat.
“Berita yang baik harus mampu menyampaikan informasi secara jelas, akurat, dan menarik saat dibaca masyarakat. Publikasi yang kuat akan memperlihatkan fakta serta kerja nyata Bawaslu kepada publik,” tegasnya.

Kegiatan yang diikuti oleh staf kehumasan dan jajaran sekretariat ini dirancang sebagai investasi jangka panjang dalam mendongkrak kapasitas sumber daya manusia (SDM). Bawaslu Kota Solok sadar bahwa di era digital, pengelolaan publikasi mengenai pengawasan Pemilu dan Pemilihan harus adaptif.

Melalui penguatan intensif ini, kualitas publikasi kehumasan Bawaslu Kota Solok diharapkan dapat melompat lebih tinggi. Hasil akhirnya adalah sajian informasi pengawasan yang tidak hanya meluas, tetapi juga hadir sebagai produk komunikasi yang edukatif, berbobot, dan tepercaya di tengah masyarakat.

Penulis dan Foto: Ardi Saputra
Editor: Meisarah Marsa