Lompat ke isi utama

Berita

Transformasi Teknologi Informasi dan Komunitas, Strategi Bawaslu Perkuat Pengawasan Pemilu Partisipatif

Bawaslu Kota Solok mengikuti kegiatan SEPAKAT dengan tema “Transformasi Pengawasan Pemilu Partisipatif: Dari Konvensional Menuju Teknologi Informasi dan Berbasis Komunitas.”15/06/26

Bawaslu Kota Solok mengikuti kegiatan SEPAKAT dengan tema “Transformasi Pengawasan Pemilu Partisipatif: Dari Konvensional Menuju Teknologi Informasi dan Berbasis Komunitas.”15/06/26

solokkota.bawaslu.go.id - Solok – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Solok terus berupaya memperkuat kapasitas pengawasan pemilu melalui pemanfaatan teknologi informasi dan pelibatan aktif masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan keikutsertaan jajaran pimpinan dan sekretariat Bawaslu Kota Solok dalam kegiatan SEPAKAT (Senin Pengawas Berkomitmen dan Bermartabat) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota, Senin (15/6/2026).

Kegiatan rutin yang menjadi ruang berbagi gagasan dan penguatan kapasitas pengawas pemilu ini mengangkat tema “Transformasi Pengawasan Pemilu Partisipatif: Dari Konvensional Menuju Teknologi Informasi dan Berbasis Komunitas.” Tema tersebut dinilai relevan dengan perkembangan zaman yang menuntut pengawasan pemilu lebih adaptif, inovatif, dan mampu menjangkau masyarakat secara luas.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Alni, menegaskan bahwa tantangan pengawasan pemilu ke depan tidak lagi dapat dihadapi hanya dengan pendekatan konvensional. Menurutnya, kemajuan teknologi informasi harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas pengawasan.

"Kita perlu bertransformasi dengan memanfaatkan teknologi informasi melalui berbagai aplikasi yang dikembangkan oleh Bawaslu. Selain itu, perkembangan teknologi ini harus diarahkan untuk memperkuat kelembagaan agar tugas-tugas kepemiluan dapat berjalan lebih optimal," ujar Alni.

Ia juga mengakui bahwa proses transformasi Teknologi Informasi masih menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, forum SEPAKAT menjadi wadah strategis untuk menghimpun gagasan, pengalaman, dan solusi terkait pengembangan pengawasan partisipatif berbasis teknologi.

Pada kesempatan tersebut, anggota Bawaslu Kabupaten Lima Puluh Kota, Dapit Alexander, yang hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa transformasi berbasis teknologi informasi memiliki peran penting dalam mendukung tugas pengawasan pemilu. Teknologi memungkinkan proses penyimpanan data, komunikasi, hingga penyebarluasan informasi dilakukan secara lebih cepat, efektif, dan terukur.

Untuk mendukung pengawasan yang lebih modern dan dekat dengan masyarakat, Bawaslu saat ini tengah mengembangkan sejumlah program inovatif, antara lain Pojok Pengawasan Digital, Sekolah Kader Pengawasan, Hotline dan Chatbot Laporan, serta Sosialisasi Pengawasan melalui Media Sosial. Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi publik dalam mengawasi setiap tahapan pemilu.

Meski demikian, upaya digitalisasi pengawasan masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Beberapa tantangan yang teridentifikasi dalam forum tersebut antara lain rendahnya literasi digital masyarakat di sejumlah wilayah, belum optimalnya koordinasi lintas lembaga, serta keterbatasan anggaran untuk pengembangan infrastruktur teknologi.

Menyikapi kondisi tersebut, peserta forum sepakat bahwa diperlukan berbagai langkah strategis, seperti penyelenggaraan pelatihan berjenjang bagi relawan dan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan.

Selain itu, Bawaslu juga berkomitmen untuk terus menjaga keterbukaan informasi publik dengan memublikasikan hasil pengawasan secara berkala dan mengintegrasikan sistem pengawasan dari tingkat daerah hingga nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan sistem pengawasan pemilu yang lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Melalui forum SEPAKAT, Bawaslu Kota Solok menegaskan kesiapan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu. Dengan sinergi antara teknologi informasi dan kekuatan komunitas, pengawasan partisipatif diharapkan semakin efektif dalam menjaga kualitas demokrasi dan integritas pemilu di Indonesia.

Humas