Vifner Tegaskan Pentingnya Simulasi Penerimaan Laporan Pelanggaran Pemilu di Bawaslu Kota Solok
|
Solok, solokkota.bawaslu.go.id – Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Vifner, menegaskan pentingnya pemahaman menyeluruh bagi seluruh staf Bawaslu terkait mekanisme penanganan pelanggaran pemilu. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri kegiatan “Simulasi Penerimaan Laporan dan Temuan Pelanggaran Pemilu” yang digelar di Kantor Bawaslu Kota Solok pada Senin, 22 September 2025.
Dalam arahannya, Vifner menekankan bahwa sistem penegakan hukum pemilu harus ditegakkan dengan baik dan disosialisasikan secara luas melalui kehumasan. “Seluruh staf harus benar-benar memahami mekanisme penanganan pelanggaran. Jangan sampai saat piket penerimaan laporan, masih ada yang belum tahu alurnya. Simulasi seperti ini penting agar semua paham dan siap melaksanakan tugas,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya publikasi setiap aktivitas Bawaslu di media sosial sebagai bentuk transparansi dan edukasi publik. “Seluruh aktivitas kita harus digaungkan tiap hari di sosial media, agar masyarakat tahu kerja-kerja pengawasan Bawaslu,” tambahnya.
Lebih lanjut, Vifner mengingatkan bahwa pekerjaan klarifikasi dalam penanganan pelanggaran harus dilakukan secara profesional. “Konsekuensinya tidak main-main. Karena itu, klarifikasi harus dikerjakan dengan hati-hati, penuh tanggung jawab, dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Ketua Bawaslu Kota Solok, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Bawaslu Provinsi Sumatera Barat yang hadir langsung memandu jalannya simulasi. “Simulasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan kita menghadapi potensi laporan pelanggaran di lapangan. Dengan bimbingan dari Bawaslu Provinsi, kami semakin yakin bahwa seluruh jajaran mampu bekerja profesional dan sesuai prosedur,” ungkapnya.
Sementara itu, Eka Rianto, Anggota Bawaslu Kota Solok Divisi Penanganan Pelanggaran, menambahkan bahwa simulasi ini dipandu langsung oleh tim Bawaslu Provinsi. Materi yang diberikan mencakup mekanisme penerimaan laporan hingga tahapan selanjutnya, termasuk proses verifikasi, kajian awal, klarifikasi, hingga pengambilan keputusan. “Kita harus memastikan setiap laporan yang masuk diperlakukan secara proporsional sesuai aturan. Simulasi ini menjadi sarana pembelajaran nyata agar seluruh staf lebih siap menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Solok berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang penanganan pelanggaran. Diharapkan, dengan kesiapan yang matang dan arahan dari Bawaslu Provinsi, seluruh mekanisme pengawasan dan penegakan hukum pemilu dapat dijalankan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Oleh Humas Bawaslu Kota Solok