Sinergi Pasca-Pergantian Rektor, Bawaslu Kota Solok Dukung UMMY Menuju Kampus Informatif
|
solokkota.bawaslu.go.id - Solok, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Solok terus memperkuat jaringan konsolidasi demokrasi dan keterbukaan informasi di lingkungan perguruan tinggi. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kunjungan koordinasi jajaran pimpinan Bawaslu Kota Solok ke Kampus Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok pada Kamis (18/6/2026).
Kunjungan ini terasa istimewa sekaligus menjadi momentum silaturahmi formal pertama pasca-pelantikan Rektor UMMY Solok yang baru, Dr. Rica Mega Sari, S.Pt., M.P. Kedatangan rombongan Bawaslu disambut hangat oleh rektor di ruang kerja rektorat. Pertemuan ini bertujuan memastikan estafet kerja sama dan konsolidasi demokrasi antara kedua lembaga tetap berjalan solid di bawah kepemimpinan yang baru.
Selain menjaga jalinan kemitraan, agenda utama pertemuan ini berfokus pada peningkatan mutu Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Pihak UMMY Solok mengakui bahwa pergantian sejumlah sumber daya manusia (SDM) di internal kampus sempat menjadi kendala, sehingga tata kelola informasi publik belum berjalan maksimal dan membuat UMMY belum berhasil meraih predikat "Informatif" pada penilaian Komisi Informasi (KI) sebelumnya.
Merespons kondisi tersebut, Bawaslu Kota Solok hadir membawa semangat berbagi praktik baik (best practice). Sebagai lembaga yang telah sukses menyabet predikat "Informatif" pada tahun 2025, Bawaslu berkomitmen memberikan dukungan penuh agar UMMY Solok dapat menyusul capaian prestasi tersebut.
Ketua Bawaslu Kota Solok, Rafiqul Amin, menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan instrumen krusial dalam membangun kepercayaan publik, baik bagi pengawas pemilu maupun institusi pendidikan.
“Melalui koordinasi ini, kami berharap pengalaman yang dimiliki Bawaslu Kota Solok dapat menjadi referensi dalam pengelolaan keterbukaan informasi. Kolaborasi ini akan menjadi nilai tambah bagi kedua lembaga untuk bersama-sama mendongkrak kualitas pelayanan publik,” ujar Rafiqul Amin.
Dalam diskusi yang berlangsung produktif tersebut, Anggota Bawaslu Kota Solok, Ilham Eka Putra, memaparkan pentingnya strategi pengisian kuesioner elektronik (e-monev) yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Sumatra Barat.Menurutnya, ketepatan data dalam instrumen tersebut menjadi kunci utama penilaian.
"Pengisian kuesioner e-monev KI Sumbar ini sangat vital karena menjadi indikator penilaian objektif. Oleh sebab itu, Tim Keterbukaan Informasi Publik di UMMY harus bergerak cepat, khususnya dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan SDM serta melengkapi seluruh dokumen pendukung yang dibutuhkan," jelas Ilham.
Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Kota Solok lainnya, Eka Rianto, menitikberatkan pada aspek teknis dan fasilitas penunjang pelayanan. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang intensif di tingkat teknis agar tidak terjadi kesalahan informasi.
“Koordinasi antaroperator dalam pengisian data harus terus ditingkatkan. Selain itu, aspek teknis seperti penyediaan ruang khusus PPID yang representatif serta penyediaan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas juga wajib diperhatikan demi pelayanan yang inklusif,” tegas Eka Rianto.
Rektor UMMY Solok, Dr. Rica Mega Sari, memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan asistensi nyata yang ditawarkan oleh Bawaslu Kota Solok. Menurutnya, dunia pendidikan tinggi sangat bergantung pada arus informasi yang terbuka, transparan, dan edukatif demi melayani mahasiswa serta masyarakat luas.
“Kami menyambut baik dan sangat berterima kasih atas dukungan Bawaslu Kota Solok. Sinergi ini memberikan dampak positif dan suntikan semangat bagi UMMY Solok untuk segera membenahi lini keterbukaan informasi publik kami. Dengan banyaknya masyarakat yang membutuhkan informasi akademis, pembenahan ini menjadi prioritas utama kami ke depan,” ungkap Rica.
Pertemuan ini menjadi salah satu bentuk inovasi kinerja PPID Bawaslu Kota Solok dalam mendorong iklim transparansi di berbagai sektor lembaga publik dan perguruan tinggi di Kota Solok. Melalui kolaborasi yang erat ini, diharapkan pelayanan informasi di era digital dapat terwujud secara optimal, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat
Penulis: Ardi
Foto: Yopi
Editor: Meisa