Lompat ke isi utama

Berita

Tingkatkan Kualitas Komunikasi Publik, Staf Kehumasan Bawaslu Kota Solok Ikuti Webinarsi "Humas Upgrade Series #1"

staf kehumasan Bawaslu Kota Solok mengikuti pelatihan daring bertajuk Humas Upgrade Series #1: Penulisan Berita Efektif, secara daring, Senin (14/9/2026).

staf kehumasan Bawaslu Kota Solok mengikuti pelatihan daring bertajuk Humas Upgrade Series #1: Penulisan Berita Efektif, secara daring, Senin (14/9/2026).

SOLOK, — Penguatan fungsi komunikasi publik Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) pada masa non-tahapan Pemilu tidak sebatas memproduksi berita kegiatan kelembagaan, melainkan memastikan publik mendapatkan edukasi demokrasi yang relevan dan akurat.

Untuk memperkuat peran tersebut, staf kehumasan Bawaslu Kota Solok mengikuti pelatihan daring bertajuk Humas Upgrade Series #1: Penulisan Berita Efektif, Senin (14/9/2026).

Kegiatan nasional yang diinisiasi oleh Sekretariat Jenderal Bawaslu RI ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi evaluasi kebijakan publikasi di Surabaya pada akhir Agustus 2026. Pelatihan ini diikuti oleh jajaran pengelola kehumasan dari Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia, sebagai respons atas dinamika rotasi pegawai dan masuknya sumber daya manusia baru di lingkungan kehumasan.

Tim Publikasi Regi Kehumasan Bawaslu RI menegaskan, tata kelola komunikasi kelembagaan berpedoman pada Peraturan Bawaslu Nomor 14 Tahun 2024 tentang Tata Kelola Kehumasan, Surat Edaran Nomor 83 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pemberitaan dan Publikasi, serta Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2025 tentang Koordinasi Peliputan dan Pemberitaan. Kehumasan Bawaslu dituntut tak sekadar menghasilkan output berita, melainkan menjamin keterbukaan informasi publik yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Narasumber dari Kompas TV, Vidi, menekankan pentingnya humas pemerintah memahami nilai berita (news value) agar karya jurnalistik kelembagaan mampu menarik perhatian publik. Menurut dia, narasi yang dibangun Bawaslu harus memuat unsur dampak (impact), keterbaruan, serta relevansi dengan kebutuhan masyarakat.

"Pemberitaan merupakan sumber informasi sekaligus sumber pengetahuan bagi masyarakat. Agar publik merasa ikut terlibat, berita harus menyajikan fakta, data terukur, serta konfirmasi yang lugas, tidak bertele-tele, dan bernilai human interest," ujar Vidi dalam pemaparannya.

Keikutsertaan staf Kehumasan Bawaslu Kota Solok dalam pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan standar penulisan produk jurnalistik Bawaslu di daerah. Produk informasi yang akurat, cepat, dan edukatif menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik (public trust) serta mengawal kualitas demokrasi hingga tingkat lokal.

Humas Bawaslu Kota Solok