Bawaslu Kota Solok Ikuti SEPAKAT, Perkuat Kesiapan Pengawasan Pemilu
|
solokkota.bawaslu.go.id - Kota Solok, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Solok mengikuti kegiatan "Senin Pengawas Berkomitmen dan Bermartabat (SEPAKAT)" yang digelar secara daring oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Barat bersama Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman, Senin (4/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Evaluasi dan Konsolidasi Internal untuk Kesiapan Pengawas Pemilu dalam Menghadapi Tahapan Pemilu” ini merupakan agenda rutin yang diinisiasi Bawaslu Provinsi Sumatera Barat. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas serta pemahaman jajaran Bawaslu kabupaten/kota dalam menghadapi tahapan Pemilu ke depan.
Pada edisi kelima ini, Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman bertindak sebagai pengisi kegiatan. Sementara itu, narasumber berasal dari Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman, serta menghadirkan Ketua Bawaslu Kalimantan Barat, Mursyid Hidayat.
Dalam sambutannya, pimpinan Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Febrian Bartez, menyampaikan bahwa kegiatan SEPAKAT bukan sekadar rutinitas di tengah efisiensi anggaran, melainkan sarana peningkatan kapasitas dan pembelajaran bersama.
“Melalui kegiatan ini, kita harapkan seluruh jajaran dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan guna memperkuat kualitas pengawasan Pemilu,” ujarnya sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Ketua Bawaslu Kalimantan Barat, Mursyid Hidayat, dalam pemaparannya menekankan pentingnya integritas dan keberanian pengawas Pemilu dalam menjalankan tugas. Ia mengaitkan nilai-nilai lokal Sumatera Barat seperti “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” dan prinsip “berani karena benar, takut karena salah” sebagai landasan moral pengawas Pemilu.
Menurutnya, pengawas Pemilu harus tetap teguh pada regulasi yang berlaku, tanpa rasa takut dalam menegakkan aturan. Ia juga menyoroti tantangan geografis, baik di Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan negara lain, maupun di Sumatera Barat yang memiliki wilayah Bukit Barisan dengan karakteristik tersendiri.
“Pemutakhiran data pemilih menjadi hal krusial, terutama untuk mencegah potensi mobilisasi pemilih antarwilayah perbatasan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan melalui konsolidasi dengan pemangku kepentingan lokal. Pendekatan berbasis budaya, agama, dan kearifan lokal dinilai efektif dalam mendukung pengawasan Pemilu.
“Di Sumatera Barat, peran niniak mamak, cadiak pandai, dan alim ulama atau tigo tungku sajarangan sangat strategis. Hal ini perlu dikolaborasikan dengan baik oleh pengawas Pemilu,” tambahnya.
Selain itu, pengawas juga dituntut memiliki keseimbangan antara hard skill dan soft skill, termasuk penguasaan regulasi, kemampuan negosiasi di lapangan, serta peningkatan literasi digital.
Sementara itu, narasumber lainnya, Azwar Mardin, menekankan pentingnya memperkuat sinergi kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta strategi supervisi yang efektif. Ia juga mendorong penguatan komunikasi dengan masyarakat sebagai langkah edukasi dan pendekatan persuasif dalam pengawasan Pemilu.
“Kita membutuhkan pengawasan yang aktif, penanganan pelanggaran yang optimal, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat demokrasi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Solok diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kontribusinya dalam pengawasan Pemilu yang lebih profesional, berintegritas, dan bermartabat di masa mendatang.
Penulis dan Foto: Ardi Saputra
Editor: Meisarah Marsa