Gandeng BEM UMMY pada Hari Reformasi, Bawaslu Kota Solok Bakar Semangat Mahasiswa Kawal Demokrasi
|
KOTA SOLOK — Momentum Hari Reformasi Nasional yang jatuh pada Kamis (21/5/2026) menjadi panggung penting bagi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Solok dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (BEM UMMY). Kedua lembaga ini bersinergi menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi untuk memetakan isu-isu kepemiluan sekaligus memperkuat pengawasan partisipatif di luar tahapan pemilu.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bersama untuk mengidentifikasi dan memetakan berbagai isu demokrasi dan kepemiluan yang berkembang di tengah masyarakat. Kalangan mahasiswa dipilih sebagai mitra strategis dalam memperkuat partisipasi publik serta meningkatkan kesadaran demokrasi, khususnya di kalangan generasi muda.
Ketua Bawaslu Kota Solok, Rafiqul Amin, menyampaikan bahwa konsolidasi demokrasi merupakan bagian dari tugas Bawaslu dalam membangun komunikasi dan diskusi kepemiluan bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan di Kota Solok.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut pada kerja sama yang lebih konkret antara Bawaslu Kota Solok dan BEM UMMY Solok melalui penandatanganan perjanjian kerja sama. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa sangat penting dalam memberikan masukan, kritik, dan pandangan terhadap proses kepemiluan yang telah berlangsung.
“Bawaslu membuka ruang diskusi yang terbuka dan konstruktif terkait pelaksanaan pemilu maupun pilkada yang telah berlangsung, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bersama dalam memperkuat demokrasi ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Solok, Eka Rianto, menjelaskan bahwa setiap proses penanganan pelanggaran pemilu dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia juga menegaskan bahwa apabila ditemukan dugaan tindak pidana pemilu, maka penanganannya akan diproses melalui Sentra Gakkumdu, termasuk pelanggaran terkait netralitas aparatur sipil negara (ASN) yang terindikasi melanggar aturan lainnya.
Eka pun menaruh harapan besar agar mahasiswa mampu menjadi benteng pertahanan di masyarakat dalam melawan politik uang.
"Mahasiswa harus bisa menjadi ujung tombak dalam mencegah praktik politik uang melalui edukasi dan sosialisasi, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat," tegas Eka.
Bawaslu Kota Solok juga menyampaikan bahwa sebelumnya telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan pihak rektorat UMMY Solok. Melalui kerja sama tersebut, Bawaslu berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi kemahasiswaan yang ada di lingkungan kampus, termasuk BEM UMMY Solok.
Anggota Bawaslu Kota Solok, Ilham Eka Putra, menyampaikan bahwa pelaksanaan diskusi pada 21 Mei bertepatan dengan peringatan Hari Reformasi Nasional di Indonesia. Menurutnya, momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya peran mahasiswa dalam perjalanan demokrasi bangsa sejak runtuhnya rezim Orde Baru pada 1998.
Ia menambahkan, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan pengawasan terhadap jalannya proses kepemiluan.
“Pertemuan ini menjadi ruang bagi Bawaslu untuk menerima pandangan dan masukan dari mahasiswa terkait pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024, khususnya yang berlangsung di Kota Solok,” katanya.
Kegiatan konsolidasi demokrasi berlangsung dalam suasana dialogis dan interaktif. Mahasiswa bersama jajaran Bawaslu Kota Solok berdiskusi mengenai tantangan demokrasi, pengawasan partisipatif, literasi kepemiluan, hingga upaya menjaga kualitas demokrasi di luar tahapan pemilu.
Bawaslu Kota Solok menilai perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan berintegritas. Karena itu, kolaborasi dengan BEM UMMY Solok diharapkan mampu melahirkan gagasan serta partisipasi aktif mahasiswa dalam mendukung penguatan demokrasi dan pengawasan pemilu di masa mendatang.
Selain menjadi wadah bertukar pikiran, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya Bawaslu Kota Solok dalam memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat guna mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang demokratis, berkualitas, dan berintegritas.
Penulis: Ardi Saputra
Editor : Meisarah Marsa