Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Solok Hadiri Peluncuran Perdana Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026, Perkuat Peran Masyarakat Mengawal Demokrasi

Bawaslu Kota Solok turut menghadiri kegiatan Peluncuran Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026

Bawaslu Kota Solok turut menghadiri kegiatan Peluncuran Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026

Kota Solok — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Solok turut menghadiri kegiatan Peluncuran Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan dan diikuti secara serentak oleh Bawaslu kabupaten/kota se-Sumatera Barat secara daring, Selasa (16/6/2026).

Peluncuran program tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Khadafi, sebagai simbol dimulainya pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026. Program ini mengangkat tema “Hijrah Pengawasan, Menyalakan Semangat Baru untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat.”

Melalui program ini, Bawaslu berharap dapat memperluas keterlibatan masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu dan mendorong tumbuhnya budaya pengawasan yang aktif serta bertanggung jawab.

Dalam sambutannya, Muhammad Khadafi selaku Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sumatera Barat menyampaikan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan wadah strategis untuk mencetak kader-kader pengawas dari berbagai lapisan masyarakat.

“Program ini bertujuan melahirkan agen-agen pengawasan yang nantinya dapat menjadi mitra Bawaslu dalam menyebarluaskan nilai-nilai pengawasan, menjaga integritas, serta memperkuat keadilan dan transparansi penyelenggaraan Pemilu,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemilu yang jujur dan bermartabat tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 berasal dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa, tenaga pendidik, komunitas kepemudaan, hingga tokoh masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam memberikan edukasi, meningkatkan literasi kepemiluan, serta membangun kesadaran publik akan pentingnya pengawasan partisipatif.

Kehadiran Bawaslu Kota Solok dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk mendukung penguatan pengawasan partisipatif sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

Melalui peluncuran program ini, Bawaslu Kota Solok optimistis semangat kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi akan semakin kuat, sehingga mampu mewujudkan penyelenggaraan Pemilu Tahun 2029 yang berintegritas, adil, dan bermartabat.

Humas